Feses Kucing Panduan Praktis untuk Pemilik untuk Kesehatan Kucing

Sebagai pemilik kucing, kamu mungkin sering mengabaikan hal-hal kecil, padahal ada satu aspek sederhana yang bisa menjadi kunci untuk memahami kesehatan anabulmu : feses mereka. Mengenali konsistensi dan perubahan pada kotoran kucing bukan hanya soal kebersihan, tapi juga alat deteksi dini untuk berbagai masalah kesehatan.

Mengenali Pesan dari Kotoran Kucing Anda

ada 7 skor feses kucing untuk mengetahui kesehatan, dari sangat keras hingga sangat cair. Memahami skala ini memungkinkan kamu mengidentifikasi apakah kucingmu mengalami sembelit, diare, atau memiliki pencernaan yang sehat.

Skor Konsistensi Feses Kucing:

  • Skor 1 (Sangat Keras dan Kering) : Feses berbentuk butiran kecil, keras, dan kering. Ini bisa menjadi tanda dehidrasi atau masalah diet.
  • Skor 2 (Keras dan Berbentuk Sosis) : Feses yang keras namun masih berbentuk, menyerupai sosis.
  • Skor 3 (Berbentuk Sosis dengan Retakan) : Feses berbentuk sosis dengan sedikit retakan di permukaannya.
  • Skor 4 (Halus dan Berbentuk Sosis) : Konsistensi ideal, feses halus dan berbentuk sosis.
  • Skor 5 (Gumpalan Lunak dengan Tepi Jelas) : Feses lunak yang masih memiliki bentuk gumpalan dengan tepi yang jelas.
  • Skor 6 (Gumpalan Lunak dengan Tepi Tidak Jelas) : Feses sangat lunak, hampir cair, dengan gumpalan yang tidak beraturan.
  • Skor 7 (Sangat Cair/Berair) : Feses sepenuhnya cair, tanpa bentuk padat sama sekali.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsistensi Feses:

Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi konsistensi feses kucing:

  • Masalah Diet : Asupan air yang tidak mencukupi, makanan yang tidak cocok, atau perubahan diet yang terlalu sering dapat menyebabkan masalah pencernaan.
  • Infeksi : Infeksi bakteri, virus, atau parasit seperti cacing dan protozoa adalah penyebab umum diare atau masalah feses lainnya.
  • Faktor Non-Infeksi : Anomali anatomi pada sistem pencernaan juga dapat berkontribusi pada masalah konsistensi feses.

Kapan Harus Mencari Bantuan Dokter Hewan?

Penting untuk mengetahui kapan harus mencari perhatian medis berdasarkan skor feses kucing Anda :

  • Skor 1 (Sangat Keras dan Kering) : Jika kondisi ini berlanjut atau kucing kesulitan buang air besar, kunjungan ke dokter hewan diperlukan. kamu bisa mencoba meningkatkan asupan air kucing di rumah terlebih dahulu.
  • Skor 4, 5, 6, atau 7 (Lunak hingga Sangat Cair) : Feses dengan konsistensi ini harus segera diperiksakan ke klinik, terutama jika berlangsung lebih dari satu atau dua hari. Skor 6 dan 7 sangat mengkhawatirkan dan seringkali menunjukkan infeksi bakteri, virus, atau parasit.

Memantau feses kucing kamu dapat membantu kamu mendeteksi masalah kesehatan sedini mungkin dan memastikan kucing kamu mendapatkan perawatan yang tepat waktu.

Jika sudah parah, kamu harus bawa ke klinik Sobat Satwa, Sobat Satwa punya tim dokter hewan salah satu terbaik di depok.

jika ingin tahu lebih lanjut, bisa lihat video ini ya

Klinik Hewan di Depok Mengatasi Kucing yang Kena Lem Tikus

Berikut ini langkah yang dilakukan Sobat Satwa, klinik yang berlokasi di Depok 2 Tengah, mengatasi kucing yang kena lem tikus:

Berada di Depok 2, Klinik Sobat Satwa tentu saja tidak cuma menangani grooming yang cukup parah seperti ini. Klinik Sobat Satwa di Jalan Mahakam Raya no 33 Depok juga bisa melayani grooming:

  • grooming sehat untuk kucing dan anjing
  • grooming masalah jamur untuk kucing dan anjing dengan sampo khusus
  • grooming sekaligus pemberian obat kutu untuk kucing dan anjing
  • grooming kering untuk anak kucing/ anak anjing

HUB no WA kami di 0811. 8488. 339

Penanganan Anus Kucing yang Keluar

Ini Ambe yang mengalami anusnya keluar dari posisi yang seharusnya. Kondisi ini dikenal dengan prolapsus rektum. Ambe adalah kucing liar yang datang ke rumah klien dengan kondisi sudah seperti di dalam foto. Dilakukan reposisi prolapsus rektum dengan pembiusan.

Pasca reposisi, mengobservasi penyebab terjadinya prolaps apakah karna diare atau susah bab. Ambe diberi antibiotik + anti radang lalu makanan diganti dengan Recovery Nature Bridge

Hari pertama + kedua pasca reposisi makan oke, pup & pipis oke, tidak ada demam, lincah

Hari ke-3 sempat tidak mau pup, hari keempat perut membesar. Saat dipalpasi abdomen ada gumpalan keras seperti feses di usus dan terlihat mengejan tp tidak bisa keluar akhirnya diberikan obat sembelit supositorial + obat oral untuk memudahkan BAB. Malamnya mulai pup sehingga keesokannya Ambe sudah bisa pulang.

Anabul anda mengalami kasus serupa? silakan konsultasikan masalah anus prolaps pada anabul anda ke Klinik Hewan Sobat Satwa di Depok melalui WA 0811. 8488. 339

Klinik Hewan di Depok Menangani Kasus Kucing Kena Virus Flu

Ini cerita tentang Ringo & Suika. Pengobatan klinik dilakukan dr tanggal 23 januari – 7 Febuari

Anak anak datang pada tanggal 23 januari 2021 dengan keluhan flu, pilek, bersin-bersin dan mata memerah/ peradangan pada mata (konjunctivitis). Terapi yang diberikan 5 hari pertama adalah Pemberian antibiotik, mukolitik & nebulasi selama 5 hari. Sementara untuk matanya diberikan salep mata oksitetrasiklin 3xsehari.

Setelah 5 hari flu sedikit membaik, bersin tidak terlalu sering, pilek masih, mata mulai membaik tetapi masih kemerahan. Obat minum habis, kita lanjutkan lg pengobatan antibiotik, mukolitik & selama 5 hari ke depan. Kemudian dilakukan juga nebu di hari ke6 dan ke 7. Obat mata diganti dengan lfx & hyalub 3xsehari selama 5 hari. Kemudian pada hari ke8 muncul sariawan di ujung lidah. Diberikan salep mulut (diagnosa mengarah pada calici virus).

Setelah 10 hari pengobatan, flu masih ada. Akhirnya kita berikan antibiotik yg lebih tinggi untuk 5 hari kedepan. Dengan pengobatan untuk mata masih sama lfx&hyalub 3xsehari
Dan salep mulut masih dilanjutkan tetapi sudah berangsur membaik. Flu pun berangsur membaik, sudah tidak bersin, leleran pada hidung pun semakin sedikit.

Pada tanggal 7 febuari, anak-anak diperbolehkan pulang

Kucing Ringo
Kucing Suika

Anabul anda mengalami kasus serupa? silakan konsultasikan masalah flu anabul anda ke Klinik Hewan Sobat Satwa di Depok melalui WA 0811. 8488. 339

drh Sukron Sauri

segera ya tentang saya

Halo, apa kabar semuanya?
Saya dokter Sukron Sauri bertugas di hari Rabu, Kamis, Sabtu. Saya memiliki pengalaman malang melintang dari mengurus hewan baik itu menjadi dokter hewan sampai jadi pengawas kualitas daging kurban Idul Adha. Memang selain hewan kecil (anjing, kucing dan kelinci) saya juga banyak mengurus hewan ternak seperti sapi. Setelah lulus dari IPB, saya sempat beberapa tahun di Rumah Potong Hewan Depok dan praktek di beberapa klinik terkemuka di Jakarta dan Tangsel.

Bukan cuma mengurus sapi sebenarnya, di waktu luang, saya memproduksi bakso kualitas terbaik karena dagingnya saya pilih dan pantau langsung. Bakso saya dijual di market place juga loh. Silakan cari dr. basoo. variannya lengkap dari bakso biasa sampai bakso mix sayur yang membantu anak-anak untuk tetap makan sayur tanpa terasa sedang makan sayur.

Dengan pengalaman saya menjadi dokter hewan selama lima tahun lebih, saya percaya diri bergabung di Sobat Satwa. Anda bisa konsultasi di jadwal praktek saya di atas. Sampai bertemu di Sobat Satwa!

Drh Tantina

Lahir di salah satu ibukota kabupaten Kalimantan Tengah dan seperti gemini pada umumnya, saya selalu bisa menjadi pendengar anda yang baik. Menghabiskan masa kecil sampai berkuliah di Bogor, saya bukan cuma bisa memberikan saran terbaik untuk anabul anda, tapi saya bisa memberikan informasi hidden gems kuliner di Bogor.

Seperti alumnus IPB pada umumnya, saya memiliki pengalaman malang melintang di dunia hewan bukan cuma di klinik tapi juga di kebun binatang Bandung, peternakan sapi di Sumedang, peternakan unggas di Sukabumi, produsen vaksin Bio Farma, dan Rumah Sakit Hewan Jakarta.

Selain menguasai praktek hewan kecil, saya juga cukup menguasai bisnis dan marketing di bidang fashion. Nah sekarang paham kan mengapa 4 dari 7 presiden RI lahir di bulan Juni? Seperti saya, banyak orang yang bisa multi-tasking lahir di bulan istimewa ini.

Selama di Sobat Satwa banyak kasus perawatan luka yang dilakukan oleh drh.Tantina