Mengapa Scaling Gigi Kucing Bukan Sekadar Estetika? Panduan Medis dan Pengalaman Praktis

Dibuat oleh: Tim Medis Sobat Satwa Depok

Banyak pemilik kucing bertanya kepada kami, “Kenapa kucing saya tiba-tiba mogok makan, padahal makanannya tidak berubah?” Berdasarkan pengalaman kami mendampingi ratusan anabul di klinik, penyebab utamanya seringkali bukan bosan makan, melainkan karang gigi yang meradang.

Kami pernah menemui kasus di mana plak yang dibiarkan bertahun-tahun berubah menjadi gingivitis parah. Melihat langsung perbedaan perilaku kucing yang kembali ceria setelah giginya bersih adalah alasan mengapa kami sangat menekankan prosedur ini.

Scaling gigi bukan hanya menyikat gigi biasa. Secara medis, prosedurnya melibatkan:

  • Pemeriksaan Pre-Anestesi: Kucing wajib puasa minimal 8 jam untuk meminimalkan risiko aspirasi saat pembiusan.
  • Ultrasonic Scaler: Kami menggunakan alat getar ultrasonik untuk menghancurkan kalkulus tanpa merusak lapisan enamel gigi.
  • Subgingival Cleaning: Bagian terpenting adalah membersihkan bakteri di bawah garis gusi, tempat persembunyian utama kuman penyebab infeksi sistemik.

Prosedur pembersihan gigi yang kami edukasikan mengikuti standar kesehatan hewan internasional. Di Indonesia, kesadaran akan dental scaling mulai meningkat seiring dengan anjuran para dokter hewan praktisi. Jika kucing Anda sudah memasuki usia senior (di atas 3 tahun), pemeriksaan darah lengkap adalah protokol wajib sebelum tindakan untuk memastikan fungsi organ (ginjal dan hati) mampu memproses obat bius dengan aman.

Kami percaya pada transparansi. Scaling gigi memang memiliki risiko terkait pembiusan, itulah mengapa tahap skrining kesehatan di awal tidak boleh dilewati.

Tips Hemat: Banyak klinik (termasuk program yang kami pantau) memberikan promo khusus di hari-hari tertentu. Misalnya, diskon hingga 50% di hari Senin bisa menekan biaya dari harga normal Rp700.000 menjadi sekitar Rp350.000. Ini adalah investasi jangka panjang daripada harus mengobati infeksi ginjal akibat bakteri mulut yang masuk ke aliran darah.

Jangan tunggu sampai gusi anabul memerah atau mulutnya berbau menyengat. Jadwalkan pengecekan gigi kucing Anda setidaknya setahun sekali.

Hubungi : http://wa.me/6281385603706
Email : sobatsatwadepok@gmail.com (untuk pertanyaan bisa ke email, pasti cepat dijawab)
Peta : Jl. Mahakam No.33, Bakti Jaya, Kec. Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat 16417

Waspada Bahaya Disinfektan: Belajar dari Kisah Kesembuhan Cleopatra

Keamanan lingkungan rumah menjadi prioritas utama bagi setiap pemilik hewan peliharaan. Namun, terkadang bahaya datang dari hal-hal yang tidak terduga, seperti penggunaan bahan kimia rumah tangga yang mengenai serangga di sekitar kita. Kisah nyata dari seekor anak kucing bernama Cleopatra menjadi pengingat penting bagi kita semua.

Kronologi Kejadian: Bahaya Tersembunyi di Balik Kecoa

Cleopatra adalah anak kucing yang tinggal bersama induknya, Cleo, dan saudaranya, Cleopatil. Insiden keracunan yang dialaminya terjadi akibat perilaku alami kucing yang suka berburu:

  • Paparan Kimia: Cleopatra tidak sengaja menjilat seekor kecoa yang sebelumnya telah disemprot cairan disinfektan oleh pemilik rumah.
  • Reaksi Cepat: Bahan kimia dalam disinfektan yang tertelan masuk ke sistem tubuh kucing kecil tersebut dan memicu reaksi keracunan akut.

Gejala Keracunan pada Kucing yang Harus Diwaspadai

Berdasarkan pengalaman Cleopatra, ada beberapa gejala klinis serius yang menunjukkan bahwa kucing sedang mengalami keracunan hebat:

  1. Gangguan Pernapasan: Kucing terlihat kesulitan untuk bernapas atau sesak.
  2. Epistaksis (Mimisan): Terjadi pendarahan pada hidung sebagai respon terhadap toksin dalam tubuh.
  3. Lemas dan Penurunan Kondisi: Kucing akan terlihat sangat drop dan membutuhkan penanganan medis segera.

Langkah Penanganan Medis: Mengapa Rawat Inap Itu Penting?

Setelah menunjukkan gejala tersebut, Cleopatra segera dibawa ke klinik hewan untuk mendapatkan pertolongan profesional.

Hasil Akhir: Berkat penanganan yang cepat dan tepat, Cleopatra berhasil melewati masa kritis dan kini telah dinyatakan sembuh total.

Observasi dan Stabilisasi: Cleopatra menjalani prosedur opname (rawat inap) selama beberapa hari untuk memantau fungsi organ dan memastikan racun hilang dari sistem tubuhnya.

Tips Mencegah Keracunan pada Hewan Peliharaan di Rumah

Langkah PencegahanPenjelasan Singkat
Pilih Produk AmanGunakan disinfektan atau pembersih lantai yang berlabel pet-safe.
Isolasi AreaPastikan kucing tidak berada di ruangan saat Anda menyemprotkan pestisida atau bahan kimia.
Bersihkan Bangkai SeranggaSegera buang kecoa atau serangga yang mati terkena racun agar tidak dimainkan atau dimakan kucing.

Catatan Penting: Jika Anda melihat kucing menunjukkan gejala sesak napas setelah terpapar bahan kimia, jangan menunggu. Segera hubungi dokter hewan terdekat karena setiap menit sangat berharga untuk keselamatan nyawa mereka.


Kesimpulan Kisah Cleopatra membuktikan bahwa dengan kewaspadaan pemilik dan penanganan medis yang tepat, kucing dapat survive dari kondisi kritis. Mari lebih bijak dalam menggunakan bahan kimia di rumah demi menjaga kesehatan “anak bulu” kesayangan kita.

Jika kucing kamu mengalami ini, kamu harus bawa ke klinik Sobat Satwa, Sobat Satwa punya tim dokter hewan salah satu terbaik di depok.

Hubungi : http://wa.me/6281385603706
Email : sobatsatwadepok@gmail.com (untuk pertanyaan bisa ke email, pasti cepat dijawab)
Peta : Jl. Mahakam No.33, Bakti Jaya, Kec. Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat 16417

Menangani Trauma Rahang pada Kucing: Belajar dari Kasus Penyelamatan Noya

Kasus trauma fisik pada kucing jalanan (stray cats) sering kali membutuhkan penanganan medis yang kompleks dan segera. Salah satu kondisi yang paling kritis adalah trauma rahang, yang jika tidak ditangani dengan tepat, dapat menyebabkan infeksi sistemik dan ketidakmampuan hewan untuk makan.

Mengenal Gejala Trauma Berat pada Area Mulut Kucing

Berdasarkan kasus Noya, seekor kucing yang diselamatkan oleh komunitas UI Peduli Hewan, gejala trauma rahang sering kali tampak dari luar sebagai luka terbuka atau perdarahan di area bibir. Namun, pemeriksaan klinis mendalam sering kali mengungkap kerusakan yang lebih serius di bawah jaringan lunak, seperti:

  • Rahang Terkikis: Hilangnya jaringan tulang atau kulit akibat gesekan keras (misalnya terseret kendaraan).
  • Fraktur Mandibula: Patahnya tulang rahang tengah yang mengganggu struktur mulut.
  • Risiko Infeksi Tinggi: Area mulut yang terbuka sangat rentan terhadap bakteri.

Langkah Medis Profesional di Klinik Veteriner

Penanganan kucing dengan trauma rahang seperti yang dilakukan di Klinik Sobat Satwa melibatkan protokol medis yang sistematis untuk memastikan pemulihan jangka panjang:

  1. Pembersihan Luka (Debridement): Langkah awal yang krusial untuk membuang kotoran dan jaringan mati agar proses regenerasi sel bisa dimulai.
  2. Manajemen Infeksi: Pemberian antibiotik melalui injeksi dan obat minum sangat penting untuk menekan pertumbuhan bakteri di area luka yang lembap.
  3. Topical Therapy: Penggunaan salep luka khusus hewan untuk mempercepat penutupan jaringan kulit yang terkikis.
  4. Tindakan Preventif Tambahan: Dalam proses pemulihan, tindakan seperti sterilisasi dan pemantauan nutrisi melalui infus sering kali dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh hewan.

Peran Komunitas dalam Kesejahteraan Hewan

Penyelamatan Noya menunjukkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, komunitas peduli hewan, dan tenaga medis veteriner. Trauma akibat kecelakaan lalu lintas adalah penyebab umum cedera rahang pada kucing jalanan. Kecepatan dalam membawa hewan ke klinik dapat menjadi penentu antara keselamatan dan kematian..

Catatan Redaksi: Saat ini Noya masih menjalani proses pemulihan dan membutuhkan dukungan. Bagi pembaca yang ingin berkontribusi dalam biaya pengobatan dan perawatan hewan-hewan terlantar, pastikan untuk menyalurkan donasi melalui lembaga atau komunitas resmi yang terverifikasi.

Jika kucing kamu mengalami ini, kamu harus bawa ke klinik Sobat Satwa, Sobat Satwa punya tim dokter hewan salah satu terbaik di depok.

Hubungi : http://wa.me/6281385603706
Email : sobatsatwadepok@gmail.com (untuk pertanyaan bisa ke email, pasti cepat dijawab)
Peta : Jl. Mahakam No.33, Bakti Jaya, Kec. Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat 16417

Penanganan Batu Kandung Kemih pada Kucing

Batu kandung kemih (bladder stones) adalah masalah kesehatan yang serius dan menyakitkan bagi kucing peliharaan. Kasus nyata yang dialami oleh seekor kucing bernama Mocca dapat menjadi pelajaran penting bagi para pemilik hewan. Mocca awalnya menunjukkan gejala umum gangguan saluran kemih, yaitu kesulitan buang air kecil dan adanya darah dalam urin. Gejala seperti ini tidak boleh diabaikan karena bisa berakibat fatal jika terjadi penyumbatan total.

Langkah medis yang tepat sangat krusial dalam penanganan kasus ini. Seperti yang dilakukan pada Mocca, pemeriksaan USG menjadi metode diagnostik utama untuk mendeteksi keberadaan dan jumlah batu dalam organ dalam. Sebelum tindakan bedah dilakukan, tes darah wajib dijalankan untuk memastikan fungsi organ vital kucing mampu menahan efek pembiusan. Prosedur ini menjamin keselamatan hewan selama operasi berlangsung.

Setelah operasi pengangkatan batu berhasil, masa pemulihan pasca bedah juga memegang peranan penting. Kucing biasanya memerlukan rawat inap beberapa hari untuk observasi dan penggunaan pelindung leher (collar) guna mencegah mereka menjilati luka jahitan. Kesigapan pemilik dalam mengenali gejala awal dan membawa hewan ke dokter hewan, seperti dalam kasus Mocca, adalah kunci kesembuhan total dari penyakit batu kandung kemih.

Jika kucing kamu punya penyakit Batu Kandung Kemih, bisa langsung hubungi Klinik SobatSatwa ya!
Hubungi : http://wa.me/6281385603706
Email : sobatsatwadepok@gmail.com (untuk pertanyaan bisa ke email, pasti cepat dijawab)
Peta : Jl. Mahakam No.33, Bakti Jaya, Kec. Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat 16417

Urutan Vaksin Pada Kucing

Sebagai pemilik kucing (cat owner), menjaga kesehatan hewan peliharaan adalah prioritas utama. Salah satu cara paling efektif untuk melindungi kucing kesayangan dari berbagai penyakit mematikan adalah melalui vaksinasi yang tepat dan teratur.

Berdasarkan penjelasan dari drh. Sobat Satwa, berikut adalah panduan lengkap mengenai syarat, jenis, dan jadwal vaksinasi yang perlu Anda ketahui.

1. Syarat Sebelum Vaksinasi

Sebelum membawa kucing Anda ke dokter hewan untuk disuntik, ada dua syarat kondisi fisik yang harus dipenuhi agar vaksin dapat bekerja efektif:

  • Usia: Vaksinasi pertama kali dapat dimulai saat kucing menginjak usia 8 minggu (2 bulan).
  • Berat Badan: Kucing wajib memiliki berat badan minimal 1 kg.
    • Catatan: Pada umumnya, anak kucing (kitten) baru mencapai berat 1 kg saat memasuki usia 3 bulan, sehingga banyak pemilik yang baru memulai vaksinasi di usia tersebut.

2. Tahapan dan Jenis Vaksin

Proses vaksinasi tidak dilakukan hanya sekali, melainkan bertahap untuk membangun kekebalan tubuh yang optimal. Berikut adalah urutannya:

Tahap Pertama: Vaksin F3 Ini adalah vaksin dasar yang diberikan saat kunjungan pertama. Vaksin F3 memberikan perlindungan terhadap tiga jenis penyakit utama:

  • Panleukopenia virus (sangat mematikan bagi kucing).
  • Calicivirus.
  • Rhinotracheitis (Herpes virus).

Tahap Kedua: Vaksin F4 (Satu Bulan Kemudian) Satu bulan setelah vaksin pertama, kucing harus kembali disuntik. Pada tahap ini, jenis vaksin ditingkatkan menjadi F4.

  • Kandungan: Sama dengan vaksin F3, namun dengan tambahan perlindungan terhadap bakteri Chlamydia.

Tahap Ketiga: Pengulangan atau Rabies (Satu Bulan Kemudian) Bulan berikutnya, jadwal vaksin berlanjut ke tahap ketiga. Dokter hewan biasanya akan menyarankan salah satu dari dua opsi:

  • Mengulang pemberian vaksin F4, atau
  • Langsung memberikan vaksin Rabies.

3. Vaksin Pengulangan (Booster) Tahunan

Setelah rangkaian vaksin dasar (awal) di atas selesai, tugas Anda belum berakhir. Kekebalan tubuh kucing perlu diperbarui secara berkala.

  • Jadwal: Dilakukan pengulangan satu tahun sekali.
  • Jenis Vaksin: Biasanya menggunakan kombinasi lengkap, yaitu F4 + Rabies.

Tips Tambahan: Pastikan kucing Anda dalam keadaan sehat, tidak demam, dan tidak sedang diare saat akan divaksinasi. Selalu konsultasikan dengan dokter hewan langganan Anda untuk jadwal yang paling sesuai dengan kondisi kucing Anda.

Jadi yuk, vaksin di klinik Sobat Satwa, Sobat Satwa punya tim dokter hewan salah satu terbaik di depok.

dan berikut harga vaksinnya ya kak
Vaksin F3 Rp250.000
Vaksin F4 Rp350.000
Vaksin Rabies Rp170.000
Syarat vaksin :
Kucing dalam keadaan sehat, Umur minimal 2 Bulan, dan BB 1 kg.

Hubungi : http://wa.me/6281385603706
Email : sobatsatwadepok@gmail.com (untuk pertanyaan bisa ke email, pasti cepat dijawab)
Peta : Jl. Mahakam No.33, Bakti Jaya, Kec. Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat 16417

Kenapa Kucing Susah Pipis?

Penyakit kucing susah pipis itu namanya FLUTD (Feline Lower Urinary Tract Disease) adalah kondisi umum pada kucing yang menyebabkan frekuensi buang air kecil meningkat dan rasa sakit. Penyebabnya bisa berupa infeksi atau penumpukan kristal di saluran kemih.

Berikut adalah ringkasan tentang penanganan & pencegahan FLUTD :

Penanganan:

  • Perawatan Medis: Jika kucing kesulitan buang air kecil, perlu dipasang kateter untuk menghilangkan sumbatan.
  • Perawatan Bedah: Pada kasus yang parah, dapat dilakukan operasi yang disebut perineal urethrostomy untuk melebarkan saluran kemih.

Pencegahan:

  • Pastikan kucing Anda memiliki akses air minum bersih setiap hari.
  • Kurangi asupan makanan tinggi protein, lemak, dan mineral, terutama untuk kucing berusia di atas lima hingga tujuh tahun.
  • Sediakan kotak pasir atau underpad yang bersih agar kucing tidak menahan kencing.

selengkapnya bisa tonton video youtube kami :

Jika sudah parah, kamu harus bawa ke klinik Sobat Satwa, Sobat Satwa punya tim dokter hewan salah satu terbaik di depok.

Hubungi : http://wa.me/6281385603706
Email : sobatsatwadepok@gmail.com (untuk pertanyaan bisa ke email, pasti cepat dijawab)
Peta : Jl. Mahakam No.33, Bakti Jaya, Kec. Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat 16417

Feses Kucing Panduan Praktis untuk Pemilik untuk Kesehatan Kucing

Sebagai pemilik kucing, kamu mungkin sering mengabaikan hal-hal kecil, padahal ada satu aspek sederhana yang bisa menjadi kunci untuk memahami kesehatan anabulmu : feses mereka. Mengenali konsistensi dan perubahan pada kotoran kucing bukan hanya soal kebersihan, tapi juga alat deteksi dini untuk berbagai masalah kesehatan.

Mengenali Pesan dari Kotoran Kucing Anda

ada 7 skor feses kucing untuk mengetahui kesehatan, dari sangat keras hingga sangat cair. Memahami skala ini memungkinkan kamu mengidentifikasi apakah kucingmu mengalami sembelit, diare, atau memiliki pencernaan yang sehat.

Skor Konsistensi Feses Kucing:

  • Skor 1 (Sangat Keras dan Kering) : Feses berbentuk butiran kecil, keras, dan kering. Ini bisa menjadi tanda dehidrasi atau masalah diet.
  • Skor 2 (Keras dan Berbentuk Sosis) : Feses yang keras namun masih berbentuk, menyerupai sosis.
  • Skor 3 (Berbentuk Sosis dengan Retakan) : Feses berbentuk sosis dengan sedikit retakan di permukaannya.
  • Skor 4 (Halus dan Berbentuk Sosis) : Konsistensi ideal, feses halus dan berbentuk sosis.
  • Skor 5 (Gumpalan Lunak dengan Tepi Jelas) : Feses lunak yang masih memiliki bentuk gumpalan dengan tepi yang jelas.
  • Skor 6 (Gumpalan Lunak dengan Tepi Tidak Jelas) : Feses sangat lunak, hampir cair, dengan gumpalan yang tidak beraturan.
  • Skor 7 (Sangat Cair/Berair) : Feses sepenuhnya cair, tanpa bentuk padat sama sekali.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsistensi Feses:

Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi konsistensi feses kucing:

  • Masalah Diet : Asupan air yang tidak mencukupi, makanan yang tidak cocok, atau perubahan diet yang terlalu sering dapat menyebabkan masalah pencernaan.
  • Infeksi : Infeksi bakteri, virus, atau parasit seperti cacing dan protozoa adalah penyebab umum diare atau masalah feses lainnya.
  • Faktor Non-Infeksi : Anomali anatomi pada sistem pencernaan juga dapat berkontribusi pada masalah konsistensi feses.

Kapan Harus Mencari Bantuan Dokter Hewan?

Penting untuk mengetahui kapan harus mencari perhatian medis berdasarkan skor feses kucing Anda :

  • Skor 1 (Sangat Keras dan Kering) : Jika kondisi ini berlanjut atau kucing kesulitan buang air besar, kunjungan ke dokter hewan diperlukan. kamu bisa mencoba meningkatkan asupan air kucing di rumah terlebih dahulu.
  • Skor 4, 5, 6, atau 7 (Lunak hingga Sangat Cair) : Feses dengan konsistensi ini harus segera diperiksakan ke klinik, terutama jika berlangsung lebih dari satu atau dua hari. Skor 6 dan 7 sangat mengkhawatirkan dan seringkali menunjukkan infeksi bakteri, virus, atau parasit.

Memantau feses kucing kamu dapat membantu kamu mendeteksi masalah kesehatan sedini mungkin dan memastikan kucing kamu mendapatkan perawatan yang tepat waktu.

Jika sudah parah, kamu harus bawa ke klinik Sobat Satwa, Sobat Satwa punya tim dokter hewan salah satu terbaik di depok.

jika ingin tahu lebih lanjut, bisa lihat video ini ya

Jika ada tanda feses yang parah, kamu bisa cek di klinik Sobat Satwa, Sobat Satwa punya tim dokter hewan salah satu terbaik di depok.

Hubungi : http://wa.me/6281385603706
Email : sobatsatwadepok@gmail.com (untuk pertanyaan bisa ke email, pasti cepat dijawab)
Peta : Jl. Mahakam No.33, Bakti Jaya, Kec. Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat 16417

Pembasmian Kutu Kucing dan Anjing

Kutu sekalipun kecil, kalau menyerang kucing dan anjing bisa mematikan juga loh…….

Nah untuk mengetahui soal kutu bisa cek konten dibawah ya :

1. Perbedaan Kutu Manusia, Kutu Kucing dan Kutu Anjing narsum oleh Drh.Tantina.

Sobat setuju ya kutu itu hal yang menjengkelkan, apalagi kalau kutu menyerang anabul kesayangan kita. Bagi yang punya kucing serta anjing, pasti susah ya membedakan
antara, kutu bulu kucing dan kutu bulu anjing, apalagi kutu rambut manusia.
Untuk itu, Kami akan memberitahu informasi, soal perbedaan antara, kutu bulu kucing, kutu bulu anjing, dan kutu rambut manusia, simak pembahasannya bersama Drh.Tantina di video youtube kami dibawah ini ya

Perbedaan Kutu Manusia, Kutu Kucing dan Kutu Anjing

2. Kenapa Kutu Tidak Boleh Dipencet? narsum oleh Drh.Surkon

Sobat pasti suka greget lihat kutu pada anabul, dan segera ingin pencet tuh kutu, tahu tidak, kutu tidak boleh dipencet loh, Mengapa kutu ga boleh dipencet?
Nah untuk menjawab pertanyaan itu, simak pembahasannya bersama Drh.Sukron di video youtube kami dibawah ini ya

Kenapa Kutu Tidak Boleh Dipencet? narsum oleh Drh Surkon

3. Mengapa Kutu Kucing Bisa Mematikan untuk Kucing narsum oleh Drh.Tantina

Meski menjengkelkan, Sobat kadang menganggap remeh kutu pada kucing, walaupun kecil tapi bisa mematikan juga loh, mengapa kutu kucing bisa mematikan untuk kucing?
Nah untuk menjawab pertanyaan itu, simak pembahasannya bersama Drh.Tantina di video youtube kami dibawah ini ya

Mengapa Kutu Kucing Bisa Mematikan untuk Kucing

4. Mengapa Cuma Mandi Kutu ga Solutip? narsum oleh Drh.Rifqi

Sobat tentu berpikir, bahwa mandi kutu adalah solusi tepat untuk anabul, padahal gak cuma mandi kutu solusinya, Jadi harus apa dong?
Nah untuk itu sobat satwa menjelaskan hal ini, simak pembahasannya bersama Drh.Rifqi di video youtube kami dibawah ini ya

Mengapa Cuma Mandi Kutu ga Solutip?

5. Ciri Earmites Pada Kucing narsum Drh.Rifqi

Sobat penasaran melihat kucing garuk-garuk telinga, apalagi melihat telinga yang berkerak dan kotor pada kucing kesayang, jangan diangap remeh ya, kemungkinan itu earmites, ingin tahu lebih dalam soal earmites, simak pembahasannya bersama Drh.Rifqi di video youtube kami dibawah ini ya

Earmites Pada Kucing

Kasus Penyakit Gigi Yang Telah ditangain Klinik Sobat Satwa

Klinik Sobat Satwa Sudah menangani penyakit Kutu, berikut foto-foto sebelum dan setelah penanganan di Klinik Sobat Satwa :

Deep Miycosis
Feline Pediculosis

Tidak ada salahnya juga untuk melakukan kunjungan rutin ke Klinik Sobat Satwa untuk memeriksa kesehatan si kucing kesayangan dari kutu dan bisa konsultasi ke Wa Kami. Info lebih lanjut hubungi tim kami di Klinik Sobat Satwa

Pengobatan Mata Kucing

Ada dua kasus masalah mata kucing yang kebetulan kami tangani nyaris bersamaan. Pertama-tama adalah kasus Iteung. Kucing ini datang dengan mata bengkak dan setelah dibersihkan penuh nanah. Ternyata setelah dilakukan sitologi, penyebabnya adalah virus herpes dan karena sudah parah maka bakteri masuk jadilah mata bernanah.
Penanganan yang dilakukan tentu saja ada obat minum, ada obat tetes mata yang perlu diberikan 6x sehari dan kucing harus dikandangkan supaya memudahkan observasi dan tidak menular ke kucing lain.

Kucing kedua adalah si Rawon. Mengalami glukoma pada mata. Kasus ini terjadi karena bawaan dari lahir. Setelah itu cukup banyak kasus mata yang datang silih berganti seperti:

  • Kucing Kimmy. Perhatikan di matanya buram seperti ada selaput nanah
  • Kucing Urik menjalani pengangkatan mata
  • Operasi Pengangkatan Mata Kucing Iko
  • Mata kucing Omen yang matanya Copot
Kucing Kimmy
Operasi Mata Urik
Operasi Pengangkatan Mata Kucing Iko
Mata kucing Omen yang matanya Copot

Kasus Penyakit Mata Lain Yang Telah ditangain Klinik Sobat Satwa

Selain penyakit diatas, Klinik Sobat Satwa Sudah menangani penyakit mata lainnya, berikut foto-foto sebelum dan setelah penanganan di Klinik Sobat Satwa :

Anterior Uveitis
Feline Anterior Uveitis
Feline Allergic Conjunctivitis
Eosinophilic Keratitis

Kami juga ada Pemeriksaan Slit Mata dilakukan setiap hari selasa

Edukasi Periksa Mata Kucing

Kami juga ada edukasi mengenai kesehatan mata pada kucing yang bisa disimak di Youtube Channel Sobat Satwa berikut ini. Selanjutnya jika anda ingin menjadwalkan khusus dengan dokter kami bisa di hari Selasa ketika Drh.Rifqi praktek.

Periksa mata kucing

Tidak ada salahnya juga untuk melakukan kunjungan rutin untuk periksa mata secara rutin ke Klinik Sobat Satwa untuk memeriksa kesehatan si kucing kesayangan dan bisa konsultasi ke Wa Kami. Info lebih lanjut hubungi tim kami di Klinik Sobat Satwa

Obat Kucing Muntah dan lemas Di Klinik Sobat Satwa

Kucing Muntah sangat bikin panik apalagi ditambah dengan lemas, makin bikin khawatir si pemilik. Pasti juga terpikir oleh pemilik untuk membeli obat kucing muntah dan lemas yang aman serta tepat.

Banyak Faktor Penyebab kucing muntah dan lemas, dari cacing, infeksi bakteri atau virus, sampai radang organ dalam. Muntah serta lemas yang terjadi pada si anabul jangan dianggap sederhana, karena gejala ini bisa jadi tanda penyakit berbahaya yang memungkinkan berujung kematian.

Lalu Dimana beli obat muntah dan lemas untuk anabul kesayangan?

kucing muntah

Memilih Obat muntah dan lemas di pasaran

Banyak banget obat muntah dan lemas di pasaran, baik online maupun offline, saking banyak sebagai pemilik pasti bingung untuk memilih obat yang aman serta ampuh. Jika salah memilih obat, akan menimbulkan masalah baru bagi si anabul, bahkan testimonial orang lain tidak menjamin obat itu akan bagus untuk kucing.

Lantas, Bagaimana dengan Klinik Sobat Satwa

Memahami kekhawatiran pemilik dalam penanganan kucing muntah dan lemas, dan kebingungan membeli obat yang terpercaya untuk masalah ini. Sebaiknya untuk si anabul kesayangan bawa ke Klinik Sobat Satwa.

Loh Kok, ke Klinik Sobat Satwa? Praktek dokter hewan Sobat Satwa, sudah pengalaman dalam kesehatan dan penyakit kucing maupun hewan lain, dokter akan memeriksa kondisi kucing secara menyeluruh, untuk mengetahui lebih detail tentang penyakit kucing yang menyebabkan muntah dan lemas, dan pemberian obat yang aman dan tepat supaya kucing sehat dan keracunan. Penanganan yang tepat dari Klinik Sobat Satwa, akan membuat kondisi kucing membaik dan mencegah kondisi yang lebih buruk. Dan Satu lagi, harga yang terjangkau dari klinik lain, tidak merogoh kocek sangat dalam.

Ada baiknya untuk melakukan Kunjungan rutin ke Klinik Sobat Satwa kucing kesayangan pemilik demi kesehatan anabul dan terus bertingkah lucu.

Pemilik bisa konsultasi ke Wa Kami. Info lebih lanjut hubungi tim kami di Klinik Sobat Satwa